Home  |  About Indonesia  |  Our Embassy  | Consular Information  Education | Media/Press |Other Link |

PARIWISATA

UMUM

PERMINYAKAN

KEUANGAN PERBANKAN

PERTANIAN& PENGAIRAN

INDUSTRI 

KEBIJAKAN EKONOMI LUAR NEGERI

BILATERAL

REGIONAL

MULTILATERAL

1.     Perkembangan Sektor Wisata Saudi

a.          Pangeran Sultan bin Salman bin Abdul Aziz, Sekjen Lembaga Pariwisata Arab Saudi dalam keterangannya tanggal 18 Nopember 2002 a.l. mengemukakan hal-hal sbb:

-   Diperkirakan hasil pemasaran wisata dalam negeri baru dapat dirasakan dalam 5 tahun setelah dilaksanakannya kebijakan dan perencanaan yang telah disiapkan sejak lembaga ini didirikan. Diperkirakan investasi pariwisata akan mencapai SR. 1,4 milyar dalam program kerja 5 tahun pertama pariwisata Saudi.

-   Lembaga Pariwisata Saudi bukan Lembaga Pemerintah yang dikelola negara, tetapi satu instansi yang membuat kebijakan bekerjasama dengan berbagai sektor negara, swasta, perorangan dan masyarakat dalam rangka membangun satu wisata ekonomi yang menghasilkan. Anggaran Lembaga pada tahun pertama berdiri hanya SR. 79 juta.

-   Satu studi menunjukkan bahwa 80% warga Saudi yang melakukan wisata keluar negeri bisa mengalihkan wisata di dalam negeri setelah diterapkan kawasan wisata yang bernilai dan mampu melayani keluarga dengan fasilitas yang cukup.

-   Sektor Pariwisa merupakan sumber penghasilan negara terbesar ketiga setelah sektor minyak dan industri. Belum ada rencana meningkatkan Lembaga menjadi satu Kementerian, dan sekarang Lembaga Pariwisata memiliki 3 divisi utama yaitu perencanaan, riset, pemasaran (marketing) dengan 200 orang karyawan.

b.          Pemerintah Saudi akan membelanjakan dana sebesar SR. 10 milyar dari total SR. 30 milyar dana pembangunan proyek-proyek baru disektor wisata. Proyek-proyek baru tersebut mencakup pembangunan pusat-pusat rekreasi, hotel dan furnished villas. Kementerian Perdagangan dalam laporannya menyebutkan bahwa Saudi memiliki 6.49 hotel dengan 69.968 kamar dan telah mengeluarkan 1.129 izin baru untuk pembangunan vila-vila. Sampai tahun 2020 Arab Saudi membutuhkan 50.000 hotel baru dan 75.000 furnished apartment.

Sementara itu Sekjen the Supreme Commission for Tourism, Pangeran Sultan bin Salman a.l. mengemukakan bahwa wisatawan asing dan Saudi pada tahun 2001 membelanjakan US$ 9 milyar di Arab Saudi. Sektor wisata telah mendistribusikan 5,4% dana atau US$ 9,6 milyar ke GDP. Sektor Wisata adalah sektor terbesar ke-3 setelah sektor minyak dan industri. Diharapkan dalam 20 tahun mendatang wisatawan yang berkunjung ke Saudi mencapai 20,8 juta orang.

Catatan:

Badan Tinggi Wisata Saudi mengemukakan bahwa pada tahun 2001 Arab Saudi menerima kunjungan wisata lebih dari 20 juta wisatawan, diantaranya 14,45 juta orang wisatawan dalam negeri, 4,79 juta regional dari negara-negara GCC, Arab dan sisanya 1,51 juta wisatawan internasional. Jamaah haji merupakan 30% dari wisatawan dalam negeri dan 58% wisatawan regional dan internasional.

2.     Keanggotaan Arab Saudi dalam Organisasi Wisata Internasional

Dewan Eksekutif Organisasi Wisata Internasional dalam sidangnya yang ke-68 tanggal 19 Juni 2002 telah menyetujui keanggotaan Arab Saudi sebagai anggota penuh organisasi tersebut. Dewan juga memuji langkah-langkah yang telah diambil Saudi dalam meningkatkan sektor wisata melalui suatu strategi umum proyek pengembangan wisata nasional di Arab Saudi.

3.     Konperensi Pariwisata Organisasi Konperensi Islam (OKI)

Konperensi ke-III Para Menteri Pariwisata negara-negara anggota OKI di Riyadh tanggal 9 Oktober 2002 yang dihadiri oleh wakil 57 negara anggota, telah mengeluarkan Rencana Deklarasi Riyadh yang isinya a.l :

-          Penegasan bahwa pariwisata memberi andil bagi perkembangan ekonomi.

-          Segera dilaksanakan Program Kerja Kuala Lumpur.

-          Mendorong jalannya roda kerjasama antara negara-negara anggota dalam sektor pariwisata.

-          Penegasan pentingnya perlindungan bagi peninggalan- peninggalan Islam yang merupakan bagian dari kebudayaan bersama dunia.

-          Mengutuk usaha ilegal Israel untuk menghancurkan dan merubah identitas tempat-tempat peninggalan Islam dan tempat-tempat bersejarah, khususnya Al-Quds. Untuk itu Konperensi menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan-tindakan yg sesuai untuk mengakhiri perlakuan Israel tsb.

Konperensi telah pula mengeluarkan beberapa rekomendasi a.l. sbb:

-          Mendorong terciptanya kerjasama pariwisata antara negara-negara anggota OKI, karena pariwisata merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas Rencana Kerja OKI dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan antara negara anggota.

-          Merasa puas atas penandatanganan Nota Saling Pengertian antara Organisasai Pariwisata Dunia dan Setjen OKI.

-          Menyambut baik digunakannya Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi pada Organisasi Pariwisata Dunia.

-          Memperhatikan tawaran Republik Senegal untuk menjadi tuan rumah Konperensi ke-IV Para Menteri Pariwisata OKI tahun 2004.

-          Meminta IDB untuk memberikan perhatian khusus bagi pembangunan pariwisata dengan pemberian bantuan dana pembangunan infrastruktur pariwisata di negara-negara anggota OKI.

Disamping itu konperensi telah memilih Arab Saudi sebagai Ketua untuk masa 2 tahun dengan Wakil masing-masing Bangladesh, Senegal dan Palestina. Sedangkan Malaysia terpilih sebagai Rapporteur.

 

 

Copright@2001, Embassy of the Republic Indonesia Riyadh