Home  |  About Indonesia  |  Our Embassy  | Consular Information  Education | Media/Press |Other Link |

KEUANGAN DAN PERBANKAN

 
UMUM

PERMINYAKAN

INDUSTRI

PERTANIAN& PENGAIRAN

PARIWISATA 

KEBIJAKAN EKONOMI LUAR NEGERI

BILATERAL

REGIONAL

MULTILATERAL

1.     Perkembangan Sektor Perbankan Arab Saudi

a.          Posisi Bank-Bank Saudi

Bank-bank Saudi menduduki posisi kuat di antara bank-bank dunia. Perkembangan tersebut dapat dicapai dengan adanya keseimbangan dalam konstruktur, penerimaan besar dari bunga deposito cadangan dan bank-bank Saudi menikmati likuidasi dari besarnya tabungan pribadi. Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) telah mampu mempertahankan posisi kuat bank-bank Saudi dengan cara tidak memberikan kemudahan lebih bagi keluarnya izin kepada bank-bank asing untuk memasuki pasar-pasar Saudi sehingga bank-bank lokal memperoleh kesempatan bersaing lebih besar tanpa terancam oleh bank-bank asing. Di Arab Saudi terdapat 11 bank dagang dengan keuntungan mencapai SR. 450 milyar (US$ 123 milyar) dan merupakan yang terkuat di Timur Tengah. Sejak Juli 1999 jumlah bank Saudi berkurang menjadi 10 setelah Saudi-American Bank dan Unity Saudi Bank melakukan merger.

b.    Aset Bank-bank Saudi meningkat

The Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) pada tanggal 15 Agustus 2002 mengumumkan peningkatan aset bank-bank komersial yang beroperasi sampai 6,7% untuk semester pertama tahun 2002 dibanding periode yang sama tahun 2001. Aset bank-bank komersial pada akhir Juni 2002 sebesar US$ 131,8 milyar dibanding US$ 123,5 milyar pada akhir periode yang sama tahun 2001. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan aset bank-bank tersebut di luar negeri. Adapun pinjaman kepada Pemerintah dan sektor umum mencapai US$ 90 milyar atau meningkat 9,2% dibandingkan US$ 82,4 milyar tahun lalu.

c.          Kegiatan Perbankan Saudi

Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) mengumumkan bahwa kegiatan perbankan Saudi dalam 7 bulan pertama tahun 2002 mengalami lonjakan dalam pinjaman, deposito dan aset sampai ke tingkat yang tidak pernah dicapai sejak 6 tahun. Total pinjaman yang diberikan 10 bank Saudi mencapai SR. US$ 55,4 milyar dengan peningkatan 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2001 sebesar US$ 48,5 milyar dan kenaikan 10,4% sejak awal tahun 2002 yang mencapai US$ 50,2 milyar. Pinjaman yang diberikan dalam 7 bulan pertama tahun 2002 merupakan terbesar sejak tahun 1996.

d.           Peningkatan Cadangan Uang Asing

Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) dalam statistiknya tentang cadangan mata uang asing a.l. mengemukakan hal-hal sbb:

-   Cadangan uang asing dan Special Drawing Right, SDR (minus simpanan emas) dalam kuartal pertama tahun 2002 mencapai US$ 17,6 milyar dengan peningkatan 4% dibanding periode yang sama tahun 2001 yang mencapai US$ 16,9 milyar. Namun saldo uang asing tahun 2000 merupakan yang terbesar selama 6 tahun (1966-2001).

-   Pemerintah Saudi memperkuat cadangan uang asingnya sekalipun terjadi fluktuasi penerimaan tahunan. Kuatnya cadangan uang asing akan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Saudi dan sebagai penegasan bahwa Pemerintah memiliki jaminan impor yang fakturnya mencapai US$ 3,30 milyar tahun 2000. Cadangan mata uang asing sekarang ini dianggap cukup untuk menutupi faktur impor sekurang-kurangnya untuk 4 bulan.

-   Sejak tahun 1999 Arab Saudi telah berusaha memanfaatkan pemasukan dari minyak untuk meningkatkan cadangan uang asingnya. Langkah ini mendapat perhatian besar pasca anjloknya saldo mata uang dunia saat perang pembebasan Kuwait. Pada periode tahun 80-an cadangan uang asing Saudi mencapai US$ 25 milyar dan anjlok sampai US$ 2,93 milyar tahun 1992.

-   Tawaran uang (M2) pada kuartal pertama tahun 2002 mencapai SR. 281,5 milyar (US$75 milyar) dibandingkan US$ 8,69 milyar untuk periode yang sama tahun 2001.

2.     Kebutuhan dollar dalam Repelita VII Arab Saudi

-          Dalam Repelita ke-VII (2001-2005) Arab Saudi diperkirakan akan memperoleh kucuran dana investasi senilai SR. 671,7 milyar (US$ 178 milyar) dengan harga standar (standard price). Sektor swasta menguasai 71,3% dari total investasi menyeluruh atau senilai SR. 478,5 milyar (US$ 127 milyar). Sementara itu, akan dilakukan swastanisasi senilai SR. 222,7 milyar (US$ 59 milyar) untuk sektor-sektor produksi komoditi non-minyak atau 33,2%, industri 15,6%, listrik, gas & air 11,8%, layanan keuangan, asuransi, real estate & tenaga kerja 11,8% dari total investasi Repelita VII.

Repelita VII juga menetapkan dana investasi sebesar SR. 86,7 milyar (US$ 23 milyar) untuk pembangunan gedung-gedung khusus dan SR. 159,8 milyar (US$ 42 milyar) untuk sektor layanan Pemerintah. Diharapkan investasi dalam sektor-sektor non-minyak dalam Repelita VII mencapai SR. 638,3 milyar (US$ 170 milyar) atau 95% dari investasi menyeluruh.

-          Statistik SAMA menyebutkan bahwa cadangan mata uang asing Saudi pada bulan Pebruari 2002 mencapai US$ 18,8 milyar dengan peningkatan US$ 1,2 milyar (6,8%) dibandingkan tahun 2001. Ini berarti cadangan uang kertas Arab Saudi pada bulan yang sama, rata-rata US$ 40 juta per hari. SAMA juga mengemukakan total tawaran uang (M2) pada bulan Pebruari 2002 sebesar SR. 278,13 milyar (US$ 74,2 milyar) dibandingkan SR. 261,8 milyar (US$ 69,8 milyar) untuk periode yang sama tahun 2001.

3.    Transfer dana pekerja asing

Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) menegaskan bahwa transfer para pekerja asing di Saudi untuk 9 bulan pertama tahun 2002 sebesar SR. 29,5 milyar (US$ 8 milyar). Jumlah ini merupakan 18% dari total perkiraan penerimaan negara untuk tahun 2002 sebesar SR. 157 milyar (US$ 41 milyar) dan 3,5% dari GDP. Transfer para pekerja asing melalui bank-bank dagang untuk periode 1996-2001 mencapai SR. 219,19 milyar (US$ 58,4 milyar) atau lebih besar dari penerimaan negara untuk 1 tahun. Namun transfer tahun 2000 tetap memegang rekor tertinggi yaitu SR. 39,5 milyar (US$ 10,5 milyar). Sedangkan volume transfer terendah tahun 1997 yaitu SR. 34,05 milyar (US$ 9,08 milyar). Para bankir mengatakan bahwa total tranfer para pekerja asing lsebetulnya ebih besar dari yang diumumkan karena adanya transfer uang cash melalui para pekerja asing yang pulang ke tanah air mereka dan terdapat pula praktek transfer uang secara gelap yang berlindung di belakang aktifitas perdagangan kecil.

4.     Pemberantasan Money Laundring

Dalam melaksanakan rekomendasi khusus mengenai pemberantasan Money Laundring, Pemerintah Saudi telah mengambil langkah-langkah sbb:

a.          Dimulainya pelaksanaan rekomendasi khusus tentang pemberantasan money laundring sejalan dengan peraturan yang berlaku di Arab Saudi. Masalah ini telah menjadi masalah yang harus dihadapi segera, baik di tingkat lokal maupun internasional.

b.          Pemerintah Saudi telah menetapkan Bank Sentral sebagai lembaga yang berwenang untuk mempelajari semua masalah, rintangan dan kesulitan yang dihadapi dalam pemberantasan Money Laundring.

c.          Menugaskan Lembaga Keuangan Nasional untuk menyiapkan Rencana Peraturan money laundring dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku pada GCC.

d.          Meningkatkan kerjasama dengan tim evaluasi secara langsung serta melaksanakan rekomendasi Komite Internasional yang bertugas mengamankan bank dari operasional yang tidak jelas.

Disamping itu untuk menghadapi dampak negatif dari tragedi 11 September di New York dan Washington, SAMA (Saudi Arabian Monetary Agency) telah mengambil tindakan keamanan dengan meminta bank-bank lokal, lembaga keuangan investasi dan asuransi di Saudi agar berhati-hati dan meneliti identitas semua nasabah bank.

Dalam usaha memberantas fenomena money laundring melalui kegiatan perbankan, bank-bank Saudi telah membangun unit-unit tersendiri pemberantasan money laundring berkoordinasi dengan instansi-instansi keamanan yang bertugas mengawasi dan menyelidiki sumber-sumber dana yang diragukan yang disimpan pada rekening bank. Langkah ini dilakukan Saudi disamping untuk menghadapi adanya fenomena money laundring juga untuk menghadapi evaluasi Komite Internasional yang akan berada di Saudi bulan Oktober yang akan datang.

Lembaga Keuangan Arab Saudi telah melakukan kampanye nasional tentang praktek money laundring dan meminta dilakukan pembaharuan keterangan identitas para klein seperti alamat, tempat kerja, bidang kerja, nomor telepon dan photo copy kartu identitas.

Praktek money laundring dilakukan melalui tiga fase, yaitu pertama, tahap deposito dana yang diragukan melalui salah satu rekening bank, kedua, menggerakkan dana dalam berbagai kegiatan perbankan untuk menutupi sumber dana tersebut dan ketiga, merger dana illegal dengan dana legal dan memindahkannya dari satu bank ke bank lainnya atau transfer ke proyek-proyek perdagangan.

5.    Bantuan Saudi untuk negara-negara berkembang

Pinjaman the Saudi Fund for Development (SFD)

The Saudi Fund for Development (SFD) dalam laporan tahun fiskalnya 1411-1422 H (2001 M) menyebutkan telah menandatangani 12 pinjamaan dengan nilai total SR. 1067,25 juta kepada 8 negara berkembang yaitu 5 negara Afrika (Maroko, Mali, Burkinapaso, Aljazair, Tunis) dan 3 negara Asia (Libanon, Yaman dan Turki). Dengan demikian pinjaman yang telah ditandatangani SDF sejak lembaga tersebut didirikan tahun 1395 M (1975 M) sampai tahun 2001 mencapai 341 pinjaman dengan nilai SR. 22.442,16 juta untuk mendanai 331 proyek pembangunan dan program ekonomi. Laporan tersebut menyebutkan juga bahwa dalam tahun fiskal mendatang akan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan satu perusahaan asuransi pendanaan ekspor dunia. Langkah ini diharapkan akan memberikan pengaruh positif bagi volume ekspor nasional yaitu melalui penggantian kerugian operasional ekspor ke pasar-pasar asing.

Dalam periode 1973-2000 bantuan yang diberikan Arab Saudi kepada negara-negara berkembang mencapai SR. 582 milyar (US$ 155 milyar). Jumlah tersebut merupakan 4% dari rata-rata GNP pertahun dan merupakan yang tertinggi di seluruh dunia. Bantuan Saudi mencakup pula bantuan cuma-cuma dan pinjaman pembangunan ringan yang dimanfaatkan oleh 37 negara berkembang. Arab Saudi juga telah menghapuskan piutangnya sebesar SR. 5,22 milyar kepada 11 negara berkembang dan kurang berkembang.

Disamping itu Arab Saudi juga telah memberikan berbagai bantuan bidang ke-Islaman kepada sebagian negara- negara Islam seperti mesjid, sekolah, institut, universitas, organisasi-organisasi sosial Islam seperti pembangunan rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan. Bentuk bantuan lain yang diberikan Saudi adalah bantuan bagi korban bencana alam dan membentuk Komite Pengumpulan Dana dari rakyat Saudi.

 

 

Copright@2001, Embassy of the Republic Indonesia Riyadh