|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| Home | About Indonesia | Our Embassy | Consular | Information | Education | Media/Press |Other Link | |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
UMUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| KEUANGAN& PERBANKAN INDUSTRI PARIWISATA BILATERAL MULTILATERAL |
SEKILAS ARAB SAUDI Kerajaan Arab Saudi memiliki
luas 2.240.000 km2. Terletak di Asia Barat Daya, berbatasan
dengan : sebelah Barat dengan Laut Merah ; sebelah Timur dengan Teluk
Persi, Qatar, Uni Emirat Arab dan Oman ; sebelah Utara dengan Kuwait,
Yordania dan Irak (termasuk dua zona netral) ; dan di sebelah Selatan
dengan Yaman. Jumlah penduduk + 16.929.294, (sensus 1992)
terdiri dari 12.304.835 (74,7%) warga Saudi dan 4.624.459 (27,3%)
non-Saudi. Laju pertumbuhan penduduk sekitar 3,6% s/d 4,4% pertahun,
diperkirakan sampai dengan tahun 2000 populasi penduduk mencapai
sekitar 22 juta orang dan 30 juta pada tahun 2010 mendatang. Arab Saudi merupakan negara
dengan ekonomi terkuat di Teluk, bahkan pada akhir tahun 2002
diperkirakan merupakan yang terkuat di Timur Tengah. Income
percapita pada tahun 1997 sebesar US$ 7.600 dan tahun 1999 menurun
menjadi US$ 6.994 yang disebabkan oleh kemerosotan harga minyak dunia.
Namun pada tahun 2002 meningkat menjadi US$ 8.000, seiring dengan
naiknya harga minyak dunia, yang mengakibatkan peningkatan penerimaan
negara (GDP) dari sektor ini. Realisasi pertumbuhan perekonomian Arab
Saudi menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar 1,6% dan GNP
nominal tumbuh sebesar 12,4%. Dalam dua tahun belakangan ini, inflasi,
harga komoditi dan pelayanan dapat terkontrol dengan baik dikarenakan
kestabilan ekonomi. Cadangan minyak Arab Saudi
pada tahun 2002 merupakan yang terbesar di dunia yaitu sebesar 262.697
juta barel atau 24,8% dari total cadangan minyak dunia. Sesuai dengan
ketentuan OPEC, (Sidang Luar Biasa Konferensi OPEC ke 122 tanggal
11-12 Desember 2002 di Wina, Austria) produksi minyak Arab Saudi
ditetapkan sebesar 7,963,000 per hari. Adapun kontribusi sektor minyak
dan gas terhadap GDP Arab Saudi masih yang terbesar yaitu 40%, yang
diikuti oleh sektor non-minyak sebesar 34% dan sektor penerimaan dari
birokrasi pemerintah sebesar 26%. Sektor non-minyak terutama
didominasi oleh sektor perindustrian dan pertanian yang masing-masing
menyumbang 10% dan 6% dari total konstribusinya terhadap GDP (34%). Dalam sidang kabinet yang
dipimpin oleh Raja Fahd tanggal 28 Nopember 2002 Pemerintah Saudi
telah menetapkan Anggaran Belanja Negara untuk tahun fiskal
2002-2003. Dalam RAPBN tersebut ditetapkan: Dalam Milyar
RAPBN 2003 memberikan
beberapa indikasi, a.l. yang terpenting adalah kucuran dana untuk
sektor-sektor yang menyentuh langsung kemakmuran rakyat yaitu sektor;
pendidikan SR. 57 milyar (US$ 15,2 milyar), layanan kesehatan dan
sosial SR. 23,2 milyar (US$ 6 milyar), layanan kotapraja SR. 7,5
milyar (US$ 2 milyar), transportasi SR. 6,5 milyar (US$ 1,73 milyar),
air, industri SR. 13,8 milyar (US$ 3,68 milyar). Raja Fahd mengemukakan bahwa
RAPBN ditetapkan sejalan dengan tujuan untuk terus meningkatkan
perekonomian nasional, tingkat kehidupan rakyat dan pengetatan
pengeluaran. Untuk itu Pemerintah memprioritaskan sektor-sektor
pendidikan, kesehatan, sosial dan infrastruktur. Perbandingan APBN 2003 dengan APBN 2002 Dalam Milyar
Alokasi sektor-sektor terpenting dalam RAPBN 2003 Dalam Milyar
Menurut laporan perbankan
Arab Saudi, RAPBN untuk tahun fiskal 2003 tersebut ditetapkan atas
dasar harga minyak US$ 17,50 per barel dibandingkan harga aktual
minyak tahun 2002 mencapai US$ 23,30 per barel. Diperkirakan
rata-rata produksi minyak tahun 2003 mencapai 7,5 juta barel per
hari sementara produksi aktual mencapai 8 juta barel per hari (tahun
2002). Disebutkan pula bahwa 75% -
80% dari total penerimaan negara berasal dari sektor minyak dan
tahun 2002 merupakan tahun yang baik bagi perekonomian Arab Saudi.
Penerimaan tahun 2002 mencapai SR. 204 milyar atau surplus 30%
dibandingkan penerimaan yang diperkirakan sebelumnya sebesar SR. 157
milyar. Hasil tersebut dapat dicapai dengan adanya usaha Arab Saudi
untuk terus menekan pasar minyak serta berkoordinasi dengan OPEC
untuk mempertahankan harga standar minyak US$ 22 - 28 per barel. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam meningkatkan, mempertahankan kekuatan ekonomi dan peranannya pada tingkat internasional telah melakukan restrukturisasi lembaga perekonomian a.l. dengan pembentukan Dewan Tertinggi Ekonomi, Badan Investasi Umum, Lembaga Tinggi Wisata, Dewan Tertinggi Urusan Perminyakan & Pertambangan, UU Investasi Asing dll. Kebijaksanaan ekonomi Pemerintah tsb bertujuan a.l realisasi keseimbangan keuangan, rasionalisasi belanja negara, restrukturisasi bidang ekonomi dan penyaluran dana ke sektor-sektor produktifitas. Rata-rata pendapatan
perkapita Arab Saudi untuk tahun 2002 diperkirakan mencapai SR.
31.231 atau 4,3% lebih kecil dibandingkan tahun 2001. Namun angka
tersebut lebih besar dari perkiraan pendapatan perkapita dalam APBN
tahun 2002 sebesar SR. 26.466. Rata-rata pendapatan perkapita tahun
1995 sebesar SR 25.938, SR. 30997 tahun 1996, SR. 32.572 tahun 1997.
Sedangkan untuk tahun 1998 hanya SR. 28.208 sebagai akibat anjloknya
harga minyak sampai US$ 10 per barel. Sementara langkah-langkah yang
dilakukan Arab Saudi, Venezuella dan Mexico untuk menaikkan harga
minyak dunia, dapat berhasil menaikkan rata-rata pendapatan
perkapita tahun 2000 mencapai SR. 33.982. KEMAJUAN YANG DICAPAI SELAMA PEMERINTAHAN RAJA FAHD Selama 21 tahun Raja Fahd
bertakhta, Arab Saudi telah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang.
Statistik resmi menyebutkan data-data tentang perkembangan ekonomi
Arab Saudi sbb: a).
Kesehatan Jumlah
rumah sakit pemerintah dan swasta 813 buah dengan 91.954 tempat
tidur, dokter 21.000 orang, perawat 86.000 orang dan tenaga pembantu
bidang kesehatan 73.000 orang, dan terdapat 6.671 Pusat Pelayanan
Kesehatan. b).
Transportasi Jalan
raya yang telah dibangun mencapai 251 ribu km, dermaga laut 381 buah
dengan fasilitas sempurna yang mampu menampung berbagai ukuran kapal
melalui 8 pelabuhan. Volume komoditi impor & ekspor yang
diproses pengangkutannya (selain minyak) mencapai 90 juta ton.
Bandara yang dimiliki Saudi sebanyak 53 buah, 3 diantaranya bandara
internasional dengan oubound & inbound passenger mencapai
75 juta orang. c).
Komunikasi Kemampuan
pemasangan layanan telepon 9,3 juta line (semua beroperasi), layanan
pager 306 ribu pelanggan, telepon koin dan kartu 25.715 buah,
pelanggan telepon genggam (seluler) lebih dari 3,1 juta orang dan
972 buah kantor telex. d).
Listrik Kemampuan
riil pembangkit tenaga listrik mencapai 98 ribu megawatt dengan
kabel penghubung untuk seluruh kawasan Saudi mencapai 91 ribu km dan
total jalur distribusi lebih dari 300 ribu km yang dapat
dimanfaatkan oleh lebih dari 3,5 juta pelanggan di 8.000 kota dan
desa. e).
Pertanian Sektor
pertanian mencapai kemakmuran dengan adanya kebijakan swasembada dan
jaminan bahan makanan. f).
Industri Arab
Saudi telah memiliki 2.000 pabrik yang beroperasi dengan modal SR.
932 milyar. g).
Pendanaan Lembaga
Pendanaan telah memberikan pinjaman dana kepada rakyat Saudi lebih
dari SR. 275 milyar. Total pinjaman dari Pinjaman Dana Investasi
Umum sebesar SR. 46 milyar, dana pembangunan real estate SR.
220 milyar dan telah dibangun 145 ribu unit perumahan di sebagian
besar kota dan desa. Dana Pembangunan Industri telah pula memberikan
bantuan SR. 74 milyar untuk pembangunan & perluasan
proyek-proyek industri. SAUDI ARABIAN MONETARY AGENCY (SAMA) Bank Sentral Arab Saudi
(SAMA) melaporkan adanya indikasi yang jelas bahwa ekonomi Saudi
telah keluar dari tekanan inflasi dan kesulitan likuiditas dengan
adanya kebijaksanaan dan reformasi struktur yang sejalan dengan
perkembangan ekonomi internasional. Hal ini memberikan pengaruh
positif bagi peningkatan saham sektor non-minyak menjadi 2/3 GDP.
Penerimaan riil Pemerintah meningkat 7,74% tahun 2000 menjadi SR.
1.258 milyar dan pengeluaran meningkat 28% menjadi SR. 3235 milyar.
Dengan demikian defisit anggaran menurun dan memperoleh surplus
sebesar SR. 722 milyar. GDP meningkat rata-rata
7,21% dibandingkan 5,11% tahun 1999. Perkembangan sektor minyak
sebesar 8,52% dan sektor non-minyak 7%, sektor swasta 5,4% dan
sektor pemerintah 2,5%. Penerimaan dari minyak jelas
masih memberikan andil terbesar dalam kondisi ekonomi Saudi sekarang
ini. Sementara tidak terjadi peningkatan biaya hidup. Rata-rata
biaya hidup menurun sampai 6.0% tahun 2000 di seluruh kota Saudi.
Sektor industri, listrik, transportasi dan telekomunikasi mengalami
peningkatan. Jumlah pabrik menjadi 3381 buah dengan modal mencapai
SR. 3,239 milyar. USAHA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN SEKTOR EKONOMI Wkl PM I/Putera Mahkota,
Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz dalam pidato tahunannya di depan
Majelis Syuro (Parlemen) Arab Saudi tanggal 29 Mei 2002 menegaskan
a.l. : -
Arab Saudi sedang berusaha untuk meningkatkan perekonomiannya
disemua sektor a.l tingkat kehidupan rakyat, perluasan sumber-sumber
ekonomi, peningkatan ekspor non-minyak, kestabilan sosial,
peningkatan SDM, peranan sektor swasta dan pemeliharaan
infrastruktur. -
Prioritas yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini adalah
mencari jalan untuk membuka lapangan kerja baru. Dalam hal ini
sektor swasta diharapkan dapat memainkan peranan penting untuk
membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal. -
Perlunya semua sektor untuk menggunakan teknologi dengan
sungguh-sungguh dalam rangka menghadapi persaingan internasional dan
membangun masyarakat yang sadar teknologi. Beberapa kebijakan Arab Saudi untuk meningkatkan
perekonomiannya -
UU Kepemilikan Real Estate Sidang
kabinet tanggal 22 April 2002, Pemerintah Arab Saudi telah
menetapkan Rencana UU Kepemilikan Real Estate bagi warga
asing di Arab Saudi. Hal terpenting dari isi RUU tersebut a.l. sbb: --
Pemilik berhak untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang
dimilikinya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan beberapa orang
mitra diperbolehkan ikut andil dalam mendirikan bangunan tersebut. --
Pemilik tidak dibenarkan menggunakan haknya sampai mengganggu
tetangga. Bagi tetangga berhak meminta bagian bangunan yang
mengganggunya dibongkar jika tidak sesuai dengan kebiasaan, etika
syariat dan adat istiadat. --
Apabila kepentingan umum menghendaki, maka hak pemilikan bisa
dicabut dan si pemilik berhak memperoleh ganti rugi sesuai dengan
kepemilikannya (harga) terhadap bangunan tersebut. -
Kemudahan bagi investasi asing Pemerintah
Arab Saudi dalam usaha meningkatkan investasi asing telah
mengumumkan beberapa kemudahan bagi investor asing untuk mendukung
kelangsungan pembangunan serta mendorong nasionalisasi investasi dan
mempermudah masuknya para investor asing tanpa melalui Kementerian
Luar Negeri Saudi. Para investor asing dapat memperoleh visa masuk
ke Saudi melalui Perwakilan Saudi di luar negeri tanpa rujukan dari
Kementerian Luar Negeri. -
Pajak Penerimaan terhadap Warga Asing Majelis
Syuro Arab Saudi tanggal 5 Mei 2002 telah menyelesaikan pembahasan
peraturan pajak atas pendapatan pekerja asing di Arab Saudi yang
berpenghasilan di atas SR. 3000 perbulan. Peraturan tersebut a.l.
menetapkan pajak sebesar 10% atas penghasilan pekerja asing dan
30-45% atas laba perusahaan asing. Sedangkan bagi warga Saudi dan
warga negara anggota GCC diperlakukan peraturan zakat yaitu 2,5%.
Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) mengemukakan bahwa transfer
dana oleh pekerja asing di Arab Saudi ke negeri mereka tahun 2001
mencapai SR. 39,3 milyar (US$ 10,48 milyar). Jumlah tersebut sama
dengan 10% total income negara atau 3,5% dari GDP Arab Saudi.
Transfer dana para pekerja asing untuk kwartal I tahun 2002 mencapai
SR. 10,3 milyar (US$ 3 milyar). Jumlah di atas belum mencakup
transfer melalui teman-teman mereka yang kembali berlibur ke tanah
airnya. Disamping
itu terdapat pula transfer melalui cara illegal yang
dilakukan beberapa pekerja asing dengan berlindung pada kegiatan
dagang yang sangat sederhana dengan biaya pengiriman relatif lebih
murah dan lebih cepat dibandingkan dengan bank-bank biasa (resmi). -
Asuransi Kesehatan Pada
tanggal 5 September 2002 Arab Saudi menerapkan tahap pertama Rencana
Asuransi Kesehatan terhadap 1 juta mukimin dari 600 perusahaan dan
lembaga swasta. Dalam 3 tahun mendatang asuransi kesehatan akan
mencakup semua warga asing di Saudi. Dengan diterapkankannya Rencana
Asuransi tersebut Pemerintah Saudi akan memperoleh pemasukan dana
US$ 266 juta dalam tahun pertama dan pada tahap kedua US$ 1,07
milyar. Dr. Abdullatif Al-Darees, Sekjen the Health Insurance
Council mengatakan bahwa peraturan baru asuransi kesehatan akan
diterapkan dalam 3 tahap; pertama, terhadap perusahaan swasta yang
memiliki karyawan di atas 500 orang, kedua, terhadap perusahaan yang
memiliki karyawan di atas 100 orang dan ketiga, terhadap semua warga
asing mukimin di Saudi. -
Tujuan Strategi Swastanisasi Arab Saudi
Pemerintah
Arab telah menyetujui strategi swastanisasi untuk merealisasikan 8
tujuan pokok, yaitu : --
Peningkatan kemampuan ekonomi nasional dan kemampuan bersaing
untuk menghadapi tantangan, persaingan regional dan internasional. --
Menggalakkan sektor swasta untuk melakukan investasi,
partisipasi yang efektif dalam ekonomi nasional dan meningkatkan
andil terhadap GDP. --
Memperluas partisipasi rakyat dalam aset produktif. --
Menggalakkan modal nasional dan asing untuk diinvestasikan
dalam pasar lokal. --
Peningkatan kesempatan kerja, pemanfaatan sebaik mungkin
tenaga setempat dan realisasi peningkatan yang seimbang atas
penerimaan perkapita. --
Memenuhi pelayanan yang efisien dan biaya yang sesuai bagi
rakyat dan para investor. --
Penghematan belanja umum dan mengurangi beban anggaran negara
dengan membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk mendanai biaya,
operasional dan pemeliharaannya. --
Peningkatan penerimaan negara dari berbagai kegiatan yang
akan ditranfer kepada sektor swasta, imbalan pemberian hak paten dan
penjualan yang merupakan bagian dari kuota negara. Pemerintah
Arab Saudi pada tanggal 11 Nopember 2002 juga menyetujui
swastanisasi beberapa sektor vital ekonomi, yaitu pembuangan limbah,
desalinasi air laut, telekomunikasi, angkutan udara, rel kereta api,
jalan, layanan bandara, layanan pos, penggilingan tepung &
biji-bijian, layanan pelabuhan laut, layanan kota industri, kuota
Pemerintah pada perusahaan-perusahaan wiraswasta (joint stock
company), kuota Pemerintah pada perusahaan-perusahaan investasi
bersama Arab & Islam, hotel-hotel Pemerintah, perkumpulan olah
raga, layanan kotapraja, layanan pendidikan, layanan sosial, layanan
pertanian dan layanan kesehatan. Para pengusaha Saudi menanggapi
positif persetujuan Pemerintah tersebut, karena akan meringankan
beban negara, terbukanya kesempatan kerja dan dapat menarik
investasi asing. -
Pemisahan Direktorat Ekonomi dari Kementerian Keuangan Majelis
Syuro dalam sidangnya tanggal 8 Juli 2002 pada prinsipnya telah
menerima hasil studi kelayakan pemisahan Direktorat Ekonomi dari
Kementerian Keuangan dan penggabungannya denga Kementerian
Perencanaan. Majelis juga merekomendasikan agar Badan Statistik Umum
menjadi satu lembaga yang berdiri sendiri dan terpisah dari lembaga
eksekutif manapun untuk memberikan kebebasan bergerak sesuai dengan
tuntutan saat ini. Para
pejabat dan ahli ekonomi memberikan tanggapan positif atas rencana
tersebut dan menganggap sebagai satu langkah efektif bagi
Kementerian Keuangan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sementara
pemisahan Lembaga Statistik Umum dari Kementerian Perencanaan
sejalan dengan transparasi yang merupakan tuntutan pokok bagi
kemajuan ekonomi tingkat dunia. -
Daftar hitam 200 Perusahaan eksportir komoditi Israel Pemerintah
Arab Saudi telah membuat daftar hitam bagi 200 perusahaan Arab dan
asing karena mengekspor produksi Israel ke Arab Saudi yang mencapai
nilai US$ 150 juta. Perusahaan-perusahaan yang termasuk daftar hitam
tersebut adalah 72 perusahaan Yordania, 70 perusahaan Cyprus, 23
perusahaan Mesir, 11 perusahaan Turki, 6 perusahaan Jerman, 3
perusahaan AS dan selebihnya perusahaan Inggris, Singapura, Taiwan,
Polandia dan Portugis. -
Perpanjangan masa bakti anggota Badan Konsultatif Urusan
Ekonomi Dewan Tertinggi Ekonomi Saudi Wkl
PM I/Putera Mahkota pada tanggal 16 Agustus 2002 mengeluarkan dekrit
No. A/123 tanggal 7/6/1423 H (16/8/2002 M) tentang perpanjangan masa
tugas anggota Badan Konsultatif Dewan Tertinggi Ekonomi Saudi untuk
satu tahun. Anggota Dewan Tertinggi Ekonomi Saudi terdiri dari 16
orang yaitu : Dr. Abdul Aziz bin Saleh Al-Jarbu', Isa bin Muhammad
Al-'Isa, Abdullah bin Ahmad Zainal, Khalil bin Abdul Fattah Kurdi,
Dr. Majid Al-Munif, Dr. Faisal Al-Bashiir, Dr. Khalid Al-Fayiz, Dr.
Majid Al-Qasabi, Dr. Abdul Aziz Al-Fahd, Dr. Abdul Bushnak, Muhammad
Udwan, Dr. Muhammad Al-Sabban,Ahmad Al-Suwaidan, Dr. Basim Al-Ibrahim,
Dr. Abdullah Basudan dan Dr. Ibrahim Al-Mudaimigh. Sementara
itu Kabinet Saudi menyetujui pembentukan Dewan Administratif Lembaga
Asuransi Sosial terhitung 29/6/1423 H (7 September 2002 M) yang
diketuai oleh Menteri Tenaga Kerja & Urusan Sosial dengan
anggota : Abdullah bin Muhammad Al-Babtain (wakil Kementerian Tenaga
Kerja & Urusan Sosial), Dr. Rashid bin Sulaiman Al-Humaid (wakil
Kementerian Kesehatan), Abdul Muhsin bin Abdul Aziz Al-Faris (wakil
Kementerian Keuangan & Ekonomi Nasional), Sulaiman bin Abdul
Rahman Al-Saleh, Ibrahim bin Yusuf Kurdi, Khalid bin Muhammad Al-Bawaridi,
Saud bin Saleh Al-saleh, Dr. Ibrahim bin Yusuf Shagdar dan Munir bin
Mahmud Rafi'i. -
Penawaran Saham Telekomunikasi Perusahaan
telekomunikasi Saudi pada tanggal 17 Desember 2002 telah menawarkan
90 juta saham kepada publik. Saham yang ditawarkan tersebut
merupakan 30% dari total saham perusahaan (300 juta saham).
Penawaran tersebut merupakan langkah swastanisasi terbesar yang
dilakukan sejak tahun 1984. Sumber-sumber
perbankan Saudi mempercayai bahwa sambutan penawaran tersebut akan
mencapai 4-5 kali lipat dari saham yang ditawarkan kepada rakyat
Saudi yang mencapai 60 juta saham dengan nilai SR. 10,2 milyar (US$
2,7 milyar). Sedangkan 30 juta lagi untuk Dana Pensiunan dan
Lembaga-lembaga Umum. Dana yang diperoleh dari penawaran tersebut
mencapai lebih dari SR. 40 milyar (US$ 10,665 milyar). Sebagian bank
Saudi telah memberikan kemudahan-kemudahan pendanaan bagi peminat
yang ikut dalam penawaran tersebut. -
Pembekuan rekening beberapa Perusahaan Investasi/
Pengembangan Dana Saudi
Arabian Monetary Agency (SAMA) telah mengambil satu langkah berani
yaitu pembekuan rekening 25 Perusahaan Investasi/Pengembangan Dana
yang melakukan kegiatan secara ilegal dan seluruh kegiatannya berada
di Propinsi Timur. Perusahaan-perusahaan tersebut mengelola
investasi dana yang telah mencapai SR. 4,6 milyar (US$ 1,2 milyar)
yang telah berjalan beberapa tahun dan sebagian menawarkan
keuntungan besar di atas 50%. SAMA meminta agar
perusahaan-perusahaan tersebut memperbaiki usahanya dan secara
bertahap mengembalikan dana para investor dalam tempo yang akan
disepakati dengan satu komite yang menangani masalah tersebut.
Sementara Kementerian Dalam Negeri Saudi meminta para pemilik
perusahaan tersebut untuk berjanji secara tertulis dengan tidak lagi
menerima dana dan melakukan kegiatan dimasa-masa mendatang. Setelah enam tahun melakukan
berbagai perundingan, Arab Saudi masih belum diterima menjadi
anggota WTO. Hasil-hasil yang telah dicapai Saudi a.l. menjawab
1.800 pertanyaan dari negara-negara anggota WTO, melakukan
kesepakatan dengan 11 negara dalam perundingan bilateral tentang
pasar komoditi dan layanan, pembaharuan berbagai peraturan dagang,
ekonomi dan investasi, menurunkan tarif bea cukai dan swastanisasi
di beberapa fasilitas umum. Sementara yang masih menjadi rintangan
a.l. kesepakatan dengan 19 negara lainnya, perundingan para pihak
setelah berakhir perundingan bilateral, biaya & kewajiban
bergabung dengan WTO, beberapa poin tentang kesamaan upah antara
pekerja nasional dan asing serta masalah mitra asing dan visa. Menteri Perdagangan Saudi,
Usamah bin Ja'far Faqih mengemukakan bahwa perundingan yang
dilakukan Saudi untuk bergabung dengan WTO akan terus dilakukan
melalui langkah-langkah yang telah dipelajari sesuai dengan kerangka
yang telah ditetapkan, tetapi tidak memiliki jadwal waktu tertentu,
melainkan tergantung pada cepat lambatnya perundingan dan pemenuhan
persyaratan- persyaratannya. Keputusan Saudi untuk bergabung dengan
WTO adalah untuk memberikan andil dalam peningkatan peran dalam
mengambil keputusan serta mempertahankan kepentingan vital Saudi
sebagai salah satu negara utama dalam perdagangan dunia. PARTISIPASI WANITA DALAM PEREKONOMIAN ARAB SAUDI Pusat Pelayanan Investasi Wanita Badan Investasi Umum Saudi
sedang mempelajari suatu proyek Pusat Layanan Tabungan dan Investasi
Wanita. Pusat Layanan tersebut juga akan menampung dana warga Saudi
yang kembali dari luar negeri dan program Saudisasi. Penasehat ekonomi pada National
Commercial Bank, Dr. Nahid Taher mengatakan bahwa ada beberapa
rintangan pokok yang dihadapi dalam investasi wanita di Saudi a.l.
sbb: -
Tidak terdapat cabang-cabang khusus di Kementerian dan
Lembaga-lembaga Resmi Pemerintah bagi para wanita untuk melengkapi
prosedur hukum operasional investasi tanpa melalui wakil resmi. -
Wanita Saudi tidak mendapatkan kesempatan belajar yang sama
dalam bidang investasi seperti yang diberikan pada kaum laki-laki,
karena adat istiadat yang mendorong mereka untuk lebih memperhatikan
urusan rumah tangga, mendidik anak dan tidak ikut dalam membahas
masalah-masalah investasi dan ekonomi. -
Kesulitan para wanita dalam berhubungan dengan
instansi-instansi dan lembaga-lembaga resmi untuk mengajukan proyek
perdagangan atau investasi serta kesulitan dalam mendapatkan
pinjaman dana bagi proyek yang direncanakan. Catatan: -
Tabungan deposito wanita di Saudi diperkirakan mencapai
SR. 62 milyar. -
Statistik yang dikeluarkan oleh Lembaga Investasi Umum
menyebutkan bahwa partisipasi wanita pengusaha dalam investasi di
berbagai proyek yang telah memperoleh izin dari Lembaga Investasi
Umum adalah sbb.:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||