|
|
|
|
| Home | About Indonesia | Our Embassy | Consular | Information | Education | Media/Press |Other Link | |
|
|
PERTANIAN DAN PENGAIRAN |
|
| UMUM KEUANGAN PERBANKAN PARIWISATA BILATERAL MULTILATERAL |
1. Sektor
pertanian telah mencapai kemajuan pesat dengan adanya kebijakan
swa-sembada dan jaminan bahan makanan. Produksi biji-bijian
mencapai 3,2 juta ton, sayur-sayuran segar 6,2 juta ton,
buah-buahan 2,1 ton diantaranya 560 ton korma, 4,2 milyar butir
telur dari 600 proyek khusus, produksi ayam 154 ribu ton, susu
620 ribu ton dari 53 proyek khusus. Kekayaan hewan meningkat
sampai 790 ribu ekor onta, 820 ribu lembu, 71 juta ekor kambing
dan biri-biri serta 45 ribu ton ikan. 2. Menteri
Pertanian dan Pengairan Arab Saudi, Dr. Abdullah bin Muammar
menegaskan adanya alokasi dana sebesar lebih dari SR. 955 juta
untuk beberapa proyek baru disektor pengairan a.l proyek
pemindahan cadangan air darurat dan pembangunan beberapa dam
baru. Saat
ini di Arab Saudi terdapat 200 dam air dengan kemampuan daya
tampung 833 juta meter kubik, 27 stasiun penyulingan air di
pantai Timur dan Barat dengan kemampuan produksi 2.167.545 meter
kubik air per hari. Hasil penyulingan tersebut merupakan 70%
dari air minum di kota-kota Saudi. Saudi memiliki 1.267 sumur,
1.023 waduk. Kota-kota Saudi mengkonsumsi air 6.047.773 galon
air pertahun. Catatan: Anggaran
Belanja Kementerian Pertanian dan Air tahun 2002 sebesar SR.
1,955,228,000 meningkat SR. 58,101,000, dibandingkan dg anggaran
tahun lalu. Pemerintah tengah merencanakan pembentukan
Kementerian Air yg berdiri sendiri. Untuk
mengatasi kekurangan air bersih Pemerintah Saudi memberikan
"International Award" dalam bentuk dana sebesar SR 6
juta bagi para peneliti dan ilmuwan sebagai satu solusi untuk
mengatasi masalah air di Arab Saudi. Hadiah penelitian tsb akan
terbagi dalam lima kategori dibawah suatu lembaga "Prince
Sultan International Award for Water" yang ditujukan untuk
mengembangkan usaha-usaha penghematan dalam penggunaan air.
Kelima kategori tersebut adalah Konservasi Sumber-sumber Air, Management
Pengairan, Penelitian Permukaan Air, Air bawah tanah dan
Penelitian sumber-sumber air alternatif. Namun langkah tersebut
tidak berarti Arab Saudi saat ini tengah mengalami krisis air. Selama
REPELITA V, Arab Saudi telah mengeluarkan dana sebesar SR. 15,3
milyar untuk pembangunan proyek penyediaan air bersih (minum)
untuk lebih dari 90% penduduk. Sementara itu, konsumsi per
kapita penggunaan air di Arab Saudi sebesar 400 liter/hari,
termasuk tinggi bila dibandingkan dengan angka rata-rata
internasional sebesar 200 liter/hari.
|
Copright@2001, Embassy of the Republic Indonesia Riyadh